20111113

pasirnya...

persimpangan ini serius benar berniat membunuh
semua yang (terlewati) membentuk terlalu banyak
bahkan ada lebih dari enam sisi,
apa yang seharusnya sang kubus miliki

aku larut ketakutan, 
hilang dalam gamang
rintik pasir nya menimbun semua, 
jadi semuanya tak sisa
terang tak lagi ingin memantulkan 
bahkan se ujung nyali

ahahahahaha
tertawa (aku), 

jangan tanya apa ini tawa senang
bodoh jika itu yang kau ada

itu cemooh
'tuk si pecundang miskin
(sudah pecundang, miskin lagi)
bukan miskin benda
lebih, kawan..

miskin keberanian
bahkan kata itu pun tak pantas dikenakan


what a totally coward.... 

20111110

bodohnya!!


malam ini aku bergegas membersihkan tumpukan daki
menyemir sepatu kulit cokelat lalu menyiapkan semua
kau tau kawan,
besok adalah hari besar untuk ku
semua penantian dan kekecewaan yang dalam menggores kebangganku
akhirnya pagi besok aku akan dihargai

hey!!
jangan menatap ku dengan pandangan itu
walau kan menatap seakan aku janda binal tak tahu malu 
aku tak akan mundur

apa?
aku tak adil?
hahaha, jangan buat tawa ku berderai
mana ada keadilan di dunia ini

lihatlah anak jalanan
lihat mayat maling ayam yang ancur abis mukanya
lihat koruptor gendut yang sedang makan steik hangus
lihat kaos kaki wangi mereka

bodo amat dengan sumpah serapah kalian
tidak peduli aku
walau kau mengunakan toa masjid untuk mengumumkan bahwa aku binal
sampai ada janda menikah lagi dan punya dua belas anak lagipun aku tak mau mundur

biarkan aku menyeret tubuhku
mengerik semua penghinaan 
mengais asin keringat
menggusur perut
hingga nampak putih ku
nantinya kalau pun rahang mu menganga hingga kejang
kemudian berhujan-hujan mengiyakan keputusan ku

aku tak akan peduli lagi
seperti detik ini