malam ini aku bergegas membersihkan tumpukan daki
menyemir sepatu kulit cokelat lalu menyiapkan semua
kau tau kawan,
besok adalah hari besar untuk ku
semua penantian dan kekecewaan yang dalam menggores kebangganku
akhirnya pagi besok aku akan dihargai
hey!!
jangan menatap ku dengan pandangan itu
walau kan menatap seakan aku janda binal tak tahu malu
aku tak akan mundur
apa?
aku tak adil?
hahaha, jangan buat tawa ku berderai
mana ada keadilan di dunia ini
lihatlah anak jalanan
lihat mayat maling ayam yang ancur abis mukanya
lihat koruptor gendut yang sedang makan steik hangus
lihat kaos kaki wangi mereka
bodo amat dengan sumpah serapah kalian
tidak peduli aku
walau kau mengunakan toa masjid untuk mengumumkan bahwa aku binal
sampai ada janda menikah lagi dan punya dua belas anak lagipun aku tak mau mundur
biarkan aku menyeret tubuhku
mengerik semua penghinaan
mengais asin keringat
menggusur perut
hingga nampak putih ku
nantinya kalau pun rahang mu menganga hingga kejang
kemudian berhujan-hujan mengiyakan keputusan ku
aku tak akan peduli lagi
seperti detik ini
naon coba? wisuda geura?
ReplyDelete